Keracunan makanan bisa terjadi kepada setiap orang yang tidak teliti dan
berhati-hati dalam memilih makanan. Oleh karena itu, saat membeli
makanan di luar ada baiknya kita selalu memeriksa tanggal kadaluarsa,
bau dan juga warna makanan. Karena makanan yang dijual di pasaran bisa
saja dalam pengolahannya tidak higienis sehingga ini menyebabkan jamur
dan bakteri berkembang biak secara cepat. Jika sistem kekebalan tubuh
kita sedang lemah, mengonsumsi makanan yang seperti itu dapat
menyebabkan keracunan. Keracunan biasanya memiliki gejala seperti sakit
perut, pusing, mual dan juga muntah.
Walaupun makan di restaurant populer,
tidak menanggung makanannya senantiasa higienis dan aman dikonsumsi.
Kadang-kadang makanan yang masuk ke perut bercampur dan menunjukkan
reaksi alergi yang membuat tubuh Anda keracunan.
Makanan
yang kurang higienis bisa pula mengakibatkan Anda keracunan, terlebih
bila usia makanannya sudah terlalu lama dan mendekati tanggal expired
bahkan juga mungkin saja udah kadaluarsa.
Keracunan makanan adalah kondisi yang muncul akibat mengonsumsi
makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti
bakteri, virus, dan parasit. Selain itu bisa karena racun yang mereka
keluarkan di makanan. Kontaminasi dapat terjadi saat makanan sedang
diproses atau dimasak dengan tidak benar.
Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh:
Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak ditangani, disimpan, atau diolah dengan baik.
Orang yang rentan mengalami dehidrasi sebaiknya diberikan cairan rehidrasi oral atau dikenal dengan nama oralit. Oralit berfungsi menggantikan glukosa, garam, dan mineral penting lain yang hilang akibat muntah dan diare. Untuk sementara waktu, sebaiknya Anda menghindari makanan biasa hingga merasa lebih baik. Anda bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur.
Berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan Anda mendapat pengobatan karena keracunan makanan:
Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh:
- Bakteri, contohnya Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, dan Shigella.
- Virus, contohnya norovirus dan rotavirus.
- Parasit, contohnya cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan giardia.
Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak ditangani, disimpan, atau diolah dengan baik.
- Daging mentah
- Susu.
- Makanan siap saji, misalnya potongan daging matang, keju lembek, dan roti isi kemasan.
- Telur mentah.
- Kerang-kerangan mentah.
Gejala Keracunan Makanan
Gejala keracunan makanan bisa dimulai beberapa saat setelah makan hingga tiga hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala yang umumnya terjadi antara lain:- Merasa mual dan muntah-muntah.
- Mengalami diare.
- Sakit atau kram perut.
Faktor Menyebabkan Keracunan Makanan
Mikroba
Jenis-jenis mikroba yang dapat menyebabkan keracunan adalah Escherichia
coli patogen, Staphilococus aureus, Salmonella, Streptokkkus, Bacillus
Parahemolyticus, dan Clostridium Botulisme. Bila makanan atau minuman
yang anda konsumsi ternyata tercemari mikroba-mikroba tersebut maka anda
bisa terkena keracunan.
Toksin
Ada beberapa jenis makanan yang bila tidak dimasak dengan benar akan mengandung toksin dan menyebabkan keracunan. Makanan-makanan tersebut adalah jamur, bayam beracun, kerang, dan tempe bongkrek.
Bahan Kimia
Bahan-bahan kimia yang terdapat pada bahan makanan yang akan dikonsumsi
dapat menyebabkan keracunan. Bahan kimia tersebut adalah pestisida yang
biasanya digunakan petani untuk membasmi hama, organi sulfat, ataupun
karbonat.
Bila seseorang mengalami keracunan keracunan maka akan timbul
gejala-gejala yang paling umum adalah sulit bernafas, sakit perut, mual,
diare, dan muntah-muntah. Berikut ini adalah gejala-gejala yang dapat
terjadi pada penderita keracunan berdasarkan tingkatan keracunan itu
sendiri.
Pengobatan Keracunan MakananPada
kebanyakan kasus, keracunan makanan tidak membutuhkan pengobatan
khusus. Untuk meredakan gejala yang terjadi, Anda bisa beristirahat
secukupnya dan minum banyak cairan karena jika mengalami dehidrasi, maka
gejala yang terjadi akan bertambah parah dan masa pemulihan akan
menjadi makin lama.Orang yang rentan mengalami dehidrasi sebaiknya diberikan cairan rehidrasi oral atau dikenal dengan nama oralit. Oralit berfungsi menggantikan glukosa, garam, dan mineral penting lain yang hilang akibat muntah dan diare. Untuk sementara waktu, sebaiknya Anda menghindari makanan biasa hingga merasa lebih baik. Anda bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur.
Berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan Anda mendapat pengobatan karena keracunan makanan:
- Anda mengalami demam tinggi.
- Gejala yang dialami sangat parah dan tidak membaik hingga beberapa hari.
- Mengalami gejala dehidrasi parah, misalnya urine beraroma tidak enak, berwarna gelap, dan sangat sedikit.
- Bayi Anda mengalami keracunan makanan.
- Terjadi wabah keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu.
- Mengalami muntah-muntah lebih dari dua hari.
- Diare yang bertahan lebih dari tiga hari atau tinja bercampur darah.
Untuk mengobati keracunan ringan
karena makanan, nenek moyang memberi beberapa resep alami, seperti dibawah ini :
Jahe
Obat
alami paling baik untuk mengobati keracunan makanan yakni jahe. Rimpang
yang merasa pedas ini mempunyai kandungan antibiotik alami yang akan
membuat perut jadi kembali normal.
Langkahnya
yakni dengan mencampurkan irisan jahe tidak tebal ke seduhan teh atau
mencampurkan parutan jahe kedalam makanan Anda.
Jeruk lemon
Anda
perlu menyimpan jeruk lemon di dalam almari es untuk dipadukan ke pada
minuman Anda. Lemon memiliki type asam yang dapat membunuh bakteri jahat
di perut.
Kemangi
Kemangi
mempunyai efek mendinginkan dan mengatasi infeksi pencernaan. Ambillah
saja beberapa lembar kemangi lalu masukan ke menu masakan Anda, atau
dicampurkan dalam sambal dan lalapan.
Kemangi
dapat membantu membunuh bakteri jahat di dalam perut. Tetapi, sebaiknya
tidak dikonsumsi terlalu berlebih karena dapat menurunkan tekanan
darah.
Peppermint
Sama
seperti kemangi, daun yang satu ini merasa pedas dan fresh. Dipadukan
di dalam minuman umpamanya jus atau teh, peppermint mungkin saja obat
infeksi perut yang disebabkan karena keracunan makanan.
Delima
Di
zaman dulu, nenek moyang menanam delima baik putih ataupun merah untuk
pengobatan alami. Delima merah sendiri dapat mengatasi diare yang
dikarenakan keracunan makanan.
Gula palem
Ada
kalanya, gula palem lebih baik daripada jenis gula yang lain. Gula
palem ini dapat mengatasi infeksi yang dikarenakan oleh keracunan
makanan. Selain itu, gula palem juga sediakan banyak daya yang pernah
hilang selama Anda keracunan.
Yogurt
Yogurt
yang creamy yakni antiseptik terbaik untuk perut yang diserang bakteri
jahat. Pencernaan dapat diselamatkan dengan bertambahnya bakteri baik
yang didapat waktu mengkonsumsi yogurt.
Lidah buaya
Jus
lidah buaya selain kaya vitamin E, dapat juga membantu mengeluarkan
racun daripada tubuh. Racun dikarenakan makanan ini akan dibawa keluar
dari tubuh, lalu sisi yang infeksi sembuh melalui jus lidah buaya.
Cuka apel
Sekalipun
Anda mempunyai penyakit maag, Anda tidak perlu cemas, karena cuka apel
ramah untuk pasien maag. Cuka apel ini bila diseduh dengan air hangat,
akan membantu mengobati maag dan permasalahan pencernaan yang lain,
termasuk infeksi perut.
Siapkan
saja makanan diatas senantiasa dirumah Anda, sampai saat Anda atau
anggota keluarga mengalami keracunan ringan dikarenakan makanan, dapat
segera diberi pertolongan pertama.


ConversionConversion EmoticonEmoticon