Kecerdasan otak memang merupakan salah satu faktor yang menunjang untuk
kita berfikir secara cepat dan tanggap. Namun tidak selamanya otak kita
ini selalu cerdas. Kadang kala orang yang cerdas sekalipun dapat
mengalami kebodohan.
Tahukah kamu apa penyebab kebodohan tersebut? Ya, mungkin tanpa kita sadari dari sekian banyak kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan ini dapat menyebabkan penurunan tingkat intelegensi.
Salah satunya dari kebiasaan buruk, bahkan mungkin makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat membuat tingkat intelegensi otak menurun sehingga dapat membuat kita menjadi bodoh. Untuk itu, ketahuilah beberapa hal yang perlu kamu hindari, agar tingkat intelegensi kamu tidak semakin menurun.
Makanan layaknya 2 sisi mata uang. Satu sisi akan meningkatkan kemampuan kognitif otak, sedangkan sisi lain berefek sebaliknya.
Berikut adalah 11 jenis makanan yang dapat membunuh kecerdasan. Konsumsi makanan ini secara terus-menerus dan berlebihan akan menurunkan ketajaman otak, perlahan namun pasti.
1. Makanan berkadar gula tinggi
Gula dan produk makanan bergula tidak hanya buruk untuk ukuran tubuh. Konsumsi hidangan ini dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah saraf. Produk ini juga akan mengganggu kemampun ingatan. Karena itu, disarankan untuk menghindari kue yang belum dimasak sempurna, gula, sirup jagung, dan berbagai hidangan yang tinggi fruktosa.
2. Alkohol
Selain mengganggu fungsi liver, konsumsi alkohol akan menimbulkan kabut otak. Kabut otak adalah istilah untuk kebingungan, sehingga seseorang tidak mampu berfikir jelas. Tingginya asupan alkohol akan mengganggu keseimbangan otak. Akibatnya seseorang tidak mampu mengingat nama, peristiwa, dan membedakan ilusi atau kenyataan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera batasi konsumsi alkohol 1 atau 2 gelas per minggu.
3. Junk food
Studi yang dilakukan University of Montreal Kanada menemukan, junk food dengan kandungan lemak berlebih dapat mengubah susunan kimia otak. Akibatnya, penggemar junk food merasa gelisah dan depresi. Junk food akan membuat konsumen cenderung menunjukkan gejala kemunduran (withdrawal) ketika berhenti mengkonsumsinya.
Konsumsi junk food mempengaruhi produksi dopamin. Dopamin adalah unsur kimia yang mempengaruhi kebahagiaan dan perasaan baik. Dopamin juga mempengaruhi fungsi kognitif, seperti kemampuan belajar, daya tangkap, motivasi, dan memori. Karena itu, penting menghindari semua makanan yang mengandung lemak berlebih.
4. Makanan yang digoreng
Hampir semua makanaan yang diolah (processed food) mengandung unsur kimia, pewarna, penambah rasa, dan zat pengawet. Zat tambahan ini menimbukan risiko hiperaktif, baik pada usia dewasa maupun anak. Makanan yang digoreng atau diproses, perlahan merusak sistem saraf di otak. Beberapa minyak diduga lebih berbahaya dibanding lainnya, contohnya minyak bunga matahari.
5. Makanan olahan atau pre cooked (setengah masak)
Seperti halnya makanan yang digoreng,makanan olahan akan mempengaruhi sistem saraf pusat. Makanan ini juga meningkatkan risiko penurunan fungsi otak, contohnya penyakit alzheimer di kemudian hari.
6. Makanan yang sangat asin
Konsumsi makanan asin dikenal sebagai faktor risiko hipertensi. Konsumsi makanan yang kelewat banyak kandungan sodium/natriumnya bahkan mirip seperi nikotin dan narkoba, yakni dapat menyebabkan konsumennya tak berhenti makan dan ketagihan. Padahal, efeknya bisa menurunkan kemampuan berpikir dan fungsi kognitif.
7. Grains (padi-padian/serealia), kecuali whole grains
Seluruh jenis padi-padian atau serealia merupakan sumber karbohidrat yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan kondisi kesehatan secara umum. Namun dari banyak produk grains, jenis whole grains atau 100 persen biji utuh adalah jenis yang paling dianjurkan karena sangat kaya serat dan dapat mencegah penuaan pembuluh darah.
Umumnya yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat adalah bukan biji padi/serealia utuh melainkan salah satu dari bagiannya. Misalnya, tepung terigu yang merupakan bahan baku roti atau kue merupakan bagian endosperm (lembaga) dari biji gandum yang digiling dan diayak. Demikian pula dengan nasi yang dikonsumsi berasal dari endosperm padi.
Bila Anda sering mengonsumsi biji padi/serealia yang tidak 100 persen utuh, tubuh akan menua lebih cepat yang disusul hilangnya memori dan kabut otak. Karena itu, secara perlahan ganti menu sarapan menjadi 100 persen produk whole grains atau dengan sumber karbohidrat kompleks.
8. Sumber protein yang diolah
Protein dikenal sebagai pembangun otot dan penting untuk membantu tubuh bekerja dengan baik. Protein juga membantu tubuh menyekat sistem saraf. Namun hal ini tidak terjadi jika mengkonsumsi sumber protein olahan, seperti daging yang terlalu lama dimasak, hot dog, salami, atau sosis. Sebaiknya, pilih ikan segar terutama untuk tuna dan salmon, susu, dan kacang-kacangan untuk sumber protein yang lebih baik.
9. Lemak trans
Lemak trans dikenal sebagai salah satu faktor pemicu penyakit jantung, karena menyebabkan obesitas dan kenaikan kadar Kolesterol jahat. Konsumsi lemak trans juga akan membuat otak lebih lamban yang mempengaruhi refleks dan kualitas otak.
Bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama, lemak trans akan menyebabkan penyusutan otak. Hal ini perlahan juga membahayakan pembuluh arteri jantung. Oleh karena itu, segera batasi konsumsi makanan tinggi lemak trans, seperti gorengan, donat, pastry, pie, biskuit, kue, cracker, margarine.
10. Pemanis buatan
Pemanis buatan memang mengandung kalori lebih sedikit. Namun bila penggunaannya sering dan dalam jumlah banyak, akan meningkatkan risiko gangguan fungsi otak dan kemampuan kognitif.
11. Nikotin
Walaupun faktanya nikotin bukan merupakan jenis makanan, tetapi zat yang satu ini sudah terkenal dapat merusak otak dengan cara menghambat aliran darah menuju organ penting ini, sehingga membatasi suplai oksigen dan glukosa .
Zat ini bukan cuma menyebabkan penuaan dini dan memicu kanker dan merusak pernafasan, tetapi juga mempengaruhi produksi dan fungsi neurotransmitter dengan membuat sempit lubang saluran kapiler. Padahal, saluran darah berukuran kecil ini berperan penting dalam fungsi otak.
Tahukah kamu apa penyebab kebodohan tersebut? Ya, mungkin tanpa kita sadari dari sekian banyak kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan ini dapat menyebabkan penurunan tingkat intelegensi.
Salah satunya dari kebiasaan buruk, bahkan mungkin makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat membuat tingkat intelegensi otak menurun sehingga dapat membuat kita menjadi bodoh. Untuk itu, ketahuilah beberapa hal yang perlu kamu hindari, agar tingkat intelegensi kamu tidak semakin menurun.
Makanan layaknya 2 sisi mata uang. Satu sisi akan meningkatkan kemampuan kognitif otak, sedangkan sisi lain berefek sebaliknya.
Berikut adalah 11 jenis makanan yang dapat membunuh kecerdasan. Konsumsi makanan ini secara terus-menerus dan berlebihan akan menurunkan ketajaman otak, perlahan namun pasti.
1. Makanan berkadar gula tinggi
Gula dan produk makanan bergula tidak hanya buruk untuk ukuran tubuh. Konsumsi hidangan ini dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah saraf. Produk ini juga akan mengganggu kemampun ingatan. Karena itu, disarankan untuk menghindari kue yang belum dimasak sempurna, gula, sirup jagung, dan berbagai hidangan yang tinggi fruktosa.
2. Alkohol
Selain mengganggu fungsi liver, konsumsi alkohol akan menimbulkan kabut otak. Kabut otak adalah istilah untuk kebingungan, sehingga seseorang tidak mampu berfikir jelas. Tingginya asupan alkohol akan mengganggu keseimbangan otak. Akibatnya seseorang tidak mampu mengingat nama, peristiwa, dan membedakan ilusi atau kenyataan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera batasi konsumsi alkohol 1 atau 2 gelas per minggu.
3. Junk food
Studi yang dilakukan University of Montreal Kanada menemukan, junk food dengan kandungan lemak berlebih dapat mengubah susunan kimia otak. Akibatnya, penggemar junk food merasa gelisah dan depresi. Junk food akan membuat konsumen cenderung menunjukkan gejala kemunduran (withdrawal) ketika berhenti mengkonsumsinya.
Konsumsi junk food mempengaruhi produksi dopamin. Dopamin adalah unsur kimia yang mempengaruhi kebahagiaan dan perasaan baik. Dopamin juga mempengaruhi fungsi kognitif, seperti kemampuan belajar, daya tangkap, motivasi, dan memori. Karena itu, penting menghindari semua makanan yang mengandung lemak berlebih.
4. Makanan yang digoreng
Hampir semua makanaan yang diolah (processed food) mengandung unsur kimia, pewarna, penambah rasa, dan zat pengawet. Zat tambahan ini menimbukan risiko hiperaktif, baik pada usia dewasa maupun anak. Makanan yang digoreng atau diproses, perlahan merusak sistem saraf di otak. Beberapa minyak diduga lebih berbahaya dibanding lainnya, contohnya minyak bunga matahari.
5. Makanan olahan atau pre cooked (setengah masak)
Seperti halnya makanan yang digoreng,makanan olahan akan mempengaruhi sistem saraf pusat. Makanan ini juga meningkatkan risiko penurunan fungsi otak, contohnya penyakit alzheimer di kemudian hari.
6. Makanan yang sangat asin
Konsumsi makanan asin dikenal sebagai faktor risiko hipertensi. Konsumsi makanan yang kelewat banyak kandungan sodium/natriumnya bahkan mirip seperi nikotin dan narkoba, yakni dapat menyebabkan konsumennya tak berhenti makan dan ketagihan. Padahal, efeknya bisa menurunkan kemampuan berpikir dan fungsi kognitif.
7. Grains (padi-padian/serealia), kecuali whole grains
Seluruh jenis padi-padian atau serealia merupakan sumber karbohidrat yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan kondisi kesehatan secara umum. Namun dari banyak produk grains, jenis whole grains atau 100 persen biji utuh adalah jenis yang paling dianjurkan karena sangat kaya serat dan dapat mencegah penuaan pembuluh darah.
Umumnya yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat adalah bukan biji padi/serealia utuh melainkan salah satu dari bagiannya. Misalnya, tepung terigu yang merupakan bahan baku roti atau kue merupakan bagian endosperm (lembaga) dari biji gandum yang digiling dan diayak. Demikian pula dengan nasi yang dikonsumsi berasal dari endosperm padi.
Bila Anda sering mengonsumsi biji padi/serealia yang tidak 100 persen utuh, tubuh akan menua lebih cepat yang disusul hilangnya memori dan kabut otak. Karena itu, secara perlahan ganti menu sarapan menjadi 100 persen produk whole grains atau dengan sumber karbohidrat kompleks.
8. Sumber protein yang diolah
Protein dikenal sebagai pembangun otot dan penting untuk membantu tubuh bekerja dengan baik. Protein juga membantu tubuh menyekat sistem saraf. Namun hal ini tidak terjadi jika mengkonsumsi sumber protein olahan, seperti daging yang terlalu lama dimasak, hot dog, salami, atau sosis. Sebaiknya, pilih ikan segar terutama untuk tuna dan salmon, susu, dan kacang-kacangan untuk sumber protein yang lebih baik.
9. Lemak trans
Lemak trans dikenal sebagai salah satu faktor pemicu penyakit jantung, karena menyebabkan obesitas dan kenaikan kadar Kolesterol jahat. Konsumsi lemak trans juga akan membuat otak lebih lamban yang mempengaruhi refleks dan kualitas otak.
Bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama, lemak trans akan menyebabkan penyusutan otak. Hal ini perlahan juga membahayakan pembuluh arteri jantung. Oleh karena itu, segera batasi konsumsi makanan tinggi lemak trans, seperti gorengan, donat, pastry, pie, biskuit, kue, cracker, margarine.
10. Pemanis buatan
Pemanis buatan memang mengandung kalori lebih sedikit. Namun bila penggunaannya sering dan dalam jumlah banyak, akan meningkatkan risiko gangguan fungsi otak dan kemampuan kognitif.
11. Nikotin
Walaupun faktanya nikotin bukan merupakan jenis makanan, tetapi zat yang satu ini sudah terkenal dapat merusak otak dengan cara menghambat aliran darah menuju organ penting ini, sehingga membatasi suplai oksigen dan glukosa .
Zat ini bukan cuma menyebabkan penuaan dini dan memicu kanker dan merusak pernafasan, tetapi juga mempengaruhi produksi dan fungsi neurotransmitter dengan membuat sempit lubang saluran kapiler. Padahal, saluran darah berukuran kecil ini berperan penting dalam fungsi otak.
10 Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Otak
Kebiasaan buruk tentunya juga dapat mempengaruhi kecerdasan otak Anda, untuk itu usahakan agar menghindari kebiasaan buruk seperti berikut ini:
1. Tidak Sarapan Pagi
Sarapan pagi sangat penting bagi kita.
Karena,dengan kita sarapan di pagi hari membuat tubuh kita lebih fit
untuk menghadapi tantangan pada hari itu. Mereka yang tidak mengkonsumsi
sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya
suplai nutrisi ke otak menjadi kurang. Sarapan pagi juga bisa
meningkatkan konsentrasi kita dalam menghadapi masalah. Kebanyakan anak
sekolah lebih sering sarapan di sekolah sewaktu keluar main. Hal ini
biasanya menyebabkan anak kurang konsentrasi.Hasilnya apa yang
dipelajari hanya sedikit yang bisa masuk ke dalam otak.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang
kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak
karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya
kemampuan kerja otak akan menurun. Makanan seperti Fast food juga sangat
bahaya bagi tubuh.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan
mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan
penyakit Alzheimer. Rokok juga akan merusak paru-paru kita. Biasanya
perbedaan paru-paru orang yang perokok ketika di ronsen akan lebih
tampak hitam. Tapi bagi yang tidak merokok,belum tentu paru-parunya
tidak hitam. Karena ketika kalian duduk dekat orang yang perokok
aktif,maka asap rokok akan terhisap dan dapat merusak paru-paru juga.
Inilah yang biasa disebut sebagai perokok pasif.
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar
dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai
oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak. Jadi untuk
mencegah dari polusi udara,biasanya kita harus menggunakan masker bagi
pengguna kereta atau menggunakan helm yang tertutup. Ternyata polusi
udara juga dapat menyebabkan kulit menjadi kotor dan menyebabkan
jerawat.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat
beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka
waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak. Minimal seseorang
sekitar 6-8 jam. Maka jika kamu tidur kurang dari waktu yang ditentukan
ada kemungkinan tubuh kamu akan mengalami gangguan.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala
meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi
oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak. Tidur dalam
kondisi gelap dapat membuat tubuh kita lebih fresh di esok harinya.
Karena mata kita saat tidur tidak menyerap cahaya,berbeda dengan kita
tidur dengan lampu yang terang. Mata akan terus bekerja untuk menyerap
cahaya.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan
untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan
berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak. Lebih baik,kita
istirahat lebih banyak untuk memulihkan tubuh dan pikiran kita
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat
untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat
menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah
satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara
intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan
menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih. Komunikasi
juga membuat kita lebih dapat mengenal orang-orang,baik
sifatnya,kesukaannya,dll. Dengan komunikasi membuat wawasan kita lebih
luas. Selain komunikasi,mengisi TTS juga dapat membuat wawasan kita luas
dan mempertajam pikiran kita.


ConversionConversion EmoticonEmoticon