Tanaman Jati Belanda tanaman yang berasal dari benua
Amerika, dan dibawa ke indonesia oleh orang Portugis. Tanaman ini biasanya
ditanam sebagai pohon peneduh rumah, tanaman pekarangan atau tumbuh liar hutan.
Jati belanda juga memiliki bunga-bunga kecil, hijau kekuningan atau
keputihan, beraroma manis, serta buah berbentuk seperti kapsul berkayu,
hampir bulat atau oval, panjang 2 sampai 4 sentimeter, ditutupi dengan
tuberkel hitam menyerupai murbei yang memiliki banyak sel yang
didalamnya terdapat biji-biji.
Biji, Daun, dan kulit kayu Jati Belanda dapat
dipergunakan sebagai pengobatan beberapa penyakit. Daun tanaman ini bisa
digunakan sebagai obat penyakit kaki gajah. Biji jati belanda digunakan untuk
obat batuk dan diare. Sedangkan kulit batang jati belanda bisa digunakan untuk tonikum,
obat penyakit herpes dan lepra.
Kandungan Jati Belanda
Studi menghasilkan beberapa senyawa utama seperti asam lemak, steroid, flavonoid, tanin, glikosida, karbohidrat, lendir, dan minyak atsiri. Selain itu juga dapat menghasilkan n proantosianidin . Akar menghasilkan dicoumarol baru, 3,3′-Methylenebis (4,6-dihydroxycoumarin) bersama dengan metabolit yang dikenal β-sitosteryl stearat, n-tetracosanoic asam, friedelin, Friedel-1-en-3-satu, β-sitosterol, 29-norcycloartanol, asam oleanolic, asam 3-O-acetyloleanolic, coumarin 6-metoksi-7,8-methylenedioxy, dan metil-3-acetyloleanolate.Berikut beberapa khasiat jati belanda terhadap kesehatan, diantaranya:
- Anti-Diabetes: Dalam sebuah studi pada kelinci hiperglikemik dari 28 tanaman obat, delapan – termasuk jati belanda – dapat menurunkan secara signifikan puncak hiperglikemia atau keadaan dimana nilai gula darah diatas ambang batas toleransi.
- Radikal Scavenging / Anti-inflamasi / gastroprotektif: Studi mengevaluasi efek gastroprotektif ekstrak etanol dari daun dan bunga dari jati belanda pada pasien tukak lambung akut diinduksi diklofenak. Hasil menyimpulkan jati belanda melindungi mukosa lambung dari efek merugikan dari OAINS terutama oleh mekanisme anti-inflamasi dan pemulungan radikal.
- Antibakteri: Sebuah studi mengevaluasi 21 ekstrak dari 7 obat herbal, termasukjati belanda untuk sifat antibakteri mereka terhadap E coli, P aeruginosa, S aureus dan E faecalis. Hampir semua ekstrak mampu menghambat pertumbuhan satu atau lebih strain bakteri, kecuali E faecalis.
- Menghambat kolera: Proantosianidin dari kulit kayu telah terbukti menghambat aktivitas toksin kolera.
- Hipotensi / vasorelaksan: Studi meneliti aktivitas kardiovaskular in vivo dan in vitro dari fraksi prosianidin (PCF) dari ekstrak jati belanda.. Hasil menyimpulkan bahwa kulit jati belanda memiliki antihipertensi tahan lama dan vasorelaksan yang terkait dengan faktor-endotel di mana oksida nitrat yang terlibat.
Bagian Jati Belanda Yang Bermanfaat
Pada dasarnya semua bagian pohon jati belanda dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Namun, hanya bagian kulit pohon dan buahnya yang telah teruji bermanfaat untuk kesehatan.Efek Samping Jati Belanda
Jati belanda pada umumnya aman untuk dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah wajar. Sedangkan efek sampingnya belum diketahui sampai sekarang. Namun, jika mengalami gejala efek samping setelah mengkonsumsinya, maka disarankan untuk segera menghentikan pengggunaan kemudian berkonsultasi dengan dokter.Dosis dan Cara Menggunakan Jati Belanda
Jati belanda belum memiliki dosis yang disepakati. Namun, perlu diingat bahwa sama seperti herbal lain bahwa walaupun jati belanda merupakan tanaman herbal dan alami. Jati belanda tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Jati belanda dapat dikonsumsi dengan cara direbus, atau diseduh. Selain itu, ekstrak jati belanda dalam bentuk serbuk atau pil juga telah banyak dipasaran.
Diet
Sehat dengan Daun Jati Belanda
Masyarakat Pulau Jawa sejak dahulu telah menggunakan air
rebusan daun dari tanaman ini sebagai bahan baku pelangsing tubuh, atau biasa
disebut galian singset (bahasa Jawa). Metode diet tersebut diperkuat oleh
sebuah penelitian yang telah membuktikan bahwa Daun Jati Belanda dapat
digunakan untuk menurunkan berat badan, dengan system kerja mengurangi
pembentukan lemak dan merampingkan badan.
Manfaat
Daun Jati Belanda
Adapun beberapa manfaat lain dari Daun Jati Belanda,
adalah sebagai berikut:
- Obat anti hiperlipidemia, menurunkan kadar lipid darah, LDL, TPC, dan trigliserida atau untuk menurunkan kolesterol alam tubuh,
- Meningkatkan kadar HDL sehingga kadar kolesterol dalam sel menurun dan melindungi pembuluh darah jantung.
- Sangat cocok untuk menu diet sehat, karena Daun Jati belanda mengurangi pembentukan lemak.
- Mengatasi perut kembung dan diare.
- Sebagai obat keputihan pada wanita.
- Mengencangkan kembali otot rahim setelah melahirkan.
Ringkasan:
- Hampir seluruh bagian pohon Jati Belanda bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal,
- Pengolahan Daun Jati Belanda sebagai obat, cukup diseduh dan airnya diminum.


ConversionConversion EmoticonEmoticon