Tentunya mau bagaimanapun juga anda tidak akan sayang dengan penyakit anda, tentu tidak ada seorangpun yang menginginkan dirinya menjadi sakit apalagi jika seumur hidup. Namun dengan mengenal penyakit anda, anda akan lebih bisa menerimanya dan hidup dengannya. Itu adalah langkah awal dalam penanganan penyakit anda. Penyakit autoimun adalah penyakit dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan sehat orang tersebut sendiri. Sistem kekebalan tubuh atau disebut sistem imun berfungsi untuk melindungi tubuh dari ‘ancaman’ yang dapat membahayakan tubuh seperti bakteri dan virus. Sistem imun pada penderita autoimun tidak bisa membedakan antara jaringan yang sehat dan ‘ancaman’, ‘self’ dan ‘nonself’. Sistem imunnya diaktifkan untuk melawan jaringan sehat penderitanya sendiri.
Penyebab terjadinya kesilapan tersebut hingga saat ini belum diketahui meskipun beberapa teori telah diutarakan. Teori yang cukup sering diungkapkan adalah virus sebagai pemicu pada individu yang rentan secara genetik, namun hingga sekarang teori ini belum dapat dibuktikan betul. Hal ini bukan berarti penyakit autoimun adalah penyakit menular karena bukan virusnya yang menyerang dan menjadikan penyakit tapi memicu sistem imun menyerang sehingga menjadi penyakit. Kelainan genetik telah banyak dibuktikan terkait dengan penyakit autoimun, namun hanya menyebabkan kerentanan seseorang terkena penyakit autoimun, sebagai faktor risiko dan bukan sebagai pemicu. Adanya riwayat keluarga dengan penyakit autoimun bisa membantu mendukung diagnosis penyakit autoimun pada seorang individu yang dicurigai menderita penyakit autoimun meskipun tidak sama jenisnya.
Dalam perkembangan dunia medis barat, belum didapatkan obat yang dikatakan dapat menyembuhkan penyakit autoimun, namun penelitian terus dikembangkan untuk itu. Meskipun begitu, penyakit ini dapat dikontrol dengan obat-obatan yang ada, di non-aktifkan, ‘di buat tidur’ yang disebut penyakitnya remisi. Jika remisi bisa dicapai maka progesifitas penyakitnya dapat ditekan atau dilambatkan. Pencapaian remisi ini tidaklah mudah oleh karenanya penyakit ini lama di derita atau disebut kronik. Penanganan untuk penyakit autoimun adalah tergantung dari masing-masing jenisnya.
Tiga penanganan utama penyakit autoimun diantaranya adalah untuk mengatasi gejala atau disebut simtomatik, untuk mengganti zat vital yang sudah tidak bisa lagi cukup diproduksi tubuh atau mempertahankan fungsi sistem organ, serta untuk menekan sistem imun penderitanya. Kelainan ini dapat sebatas jaringan pada suatu organ tertentu atau jaringan pada beberapa bagian tubuh hingga sistem menyeluruh (sistemik). Tidak jarang seseorang menderita lebih dari satu penyakit autoimun sehingga membuat kondisi orang tersebut lebih kompleks. Penyakit autoimun dapat terjadi pada semua individu di usia berapapun meskipun umumnya lebih sering pada usia produktif serta lebih sering pada wanita daripada pria.
Apa itu Gangguan Autoimun?
Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk melawan zat asing dan berbahaya yang disebut antigen, dan juga mencegahnya dari kerusakan jaringan dan organ. Namun, sel-sel tubuh juga mengandung antigen, dan sistem kekebalan tubuh seharusnya bisa membedakan antara antigen alami tubuh dan antigen asing yang dapat menyebabkan masalah. Sayangnya, jika sistem kekebalan tubuh memiliki masalah, hal tersebut dapat menyebabkan tubuh gagal untuk membedakan antara antigen alami tubuh dan antigen asing. Masalah yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh disebut gangguan autoimun. Dalam gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel tubuh sendiri, menyebabkan peradangan pada jaringan tersebut.Ada cukup banyak jenis gangguan autoimun. Beberapa yang paling umum adalah rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, lupus eritematosus sistemik, multiple sclerosis, psoriasis, dan penyakit Grave.
Hal yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel tubuh sendiri masih merupakan misteri. Meskipun ada beberapa teori untuk menjelaskan hal tersebut, tetapi teori tersebut hanya benar terbukti untuk beberapa orang saja, dan ternyata tidak berlaku pada orang lain. Misalnya, zat-zat asing yang serupa dengan yang dihasilkan oleh tubuh secara alami dapat menjadi pemicu pada beberapa orang, tetapi sistem kekebalan tubuh orang lain akan tetap dapat membedakannya.
Penyebab Gangguan Autoimun
Penyebab pasti dari gangguan autoimun memang masih belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa obat-obatan, virus, beberapa jenis bakteri, dan faktor genetik seseorang dapat menjadi penyebab kondisi tersebut.Meskipun para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti dari gangguan autoimun, tetapi hasilnya dapat dikenali. Jenis gangguan ini menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, perubahan fungsi organ, atau perubahan dalam pembentukan organ.
Meskipun gangguan autoimun dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, bagian-bagian yang paling terpengaruh adalah pembuluh darah, otot, sendi, jaringan ikat, kulit, sel darah merah, dan kelenjar endokrin.
Ada kalanya gangguan mempengaruhi lebih dari satu bagian tubuh. Bahkan, sangatlah mungkin bagi seseorang untuk terkena lebih dari satu gangguan autoimun pada saat yang sama.
Gejala utama Gangguan Autoimun
Gejala gangguan autoimun bervariasi tergantung pada organ atau jaringan yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, gejala-gejala dari beberapa gangguan autoimun mungkin serupa, yang membuatnya sulit untuk mendiagnosa jenis gangguan dan memberikan pengobatan yang tepat.Beberapa gejala yang paling umum adalah nyeri sendi, demam, ruam, kelelahan, dan perasaan sakit yang biasa. Jika sendi yang terkena dampak, maka akan kemungkinan bahwa pasien akan mengalami deformitas sendi juga.
Sebuah sistem kekebalan tubuh normal berfungsi dapat menyerang setiap organ dalam tubuh, termasuk jantung, otak, ginjal, dan paru-paru. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat menyerang lebih dari satu organ. Jika hal ini terjadi, pasien akan menunjukan gejala yang lebih serius.
Jenis penyakit autoimun dan gejalanya
#1 - Alopecia areata
Penyakit
autoimun ini menyerang folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut).
Biasanya tidak mengancam kesehatan, tapi sangat mempengaruhi estetika.
Gejalanya- Rambut rontok secara tidak rata di kulit kepala, wajah, dan bagian tubuh lain
#2 - Antiphospholipid / Antibody syndrome (APS)
Penyakit
autoimun yang menyebabkan masalah di lapisan dalam pembuluh darah yang
mengakibatkan pembekuan darah di arteri atau vena.
Gejalanya- Penggumpalan darah di pembuluh darah arteri atau vena
- Keguguran
- Lacy, ruam seperti jaring di pergelangan tangan dan lutut
#3 - Autoimmune hepatitis
Sistem
kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel hati. Hal ini dapat
menyebabkan luka parut dan pengerasan hati, serta dapat mengembangkan
gagal hati.
Gejalanya- Fatigue/kelelahan
- Pembesaran hati
- Kulit dan mata menguning
- Gatal-gatal pada kulit
- nyeri sendi
- Sakit perut
#4 - Celiac disease
Penyakit
autoimun dimana penyandangnya tidak bisa mentolerir gluten, zat yang
sering terdapat pada gandum. Saat penyandangnya memakan makanan yang
mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh akan meresponnya dengan
merusak lapisan usus kecil.
Gejalanya- Perut kembung dan nyeri
- Diare atau sembelit
- Berat badan turun atau naik
- Fatigue/kelelahan
- Ruam kulit yang gatal
- Infertilitas atau keguguran
#5 - Diabetes Tipe 1
Penyakit
ini terjadi saat sel-sel penghasil insulin diserang sistem kekebalan
tubuh sendiri. Hasilnya, tubuh anda tidak bisa memproduksi insulin,
terlalu banyak gula dalam darah. Terlalu banyak gula dalam darah dapat
merusak mata,
ginjal
, saraf, gusi, dan gigi. Tapi masalah serius dari diabetes adalah serangan jantung. Lihat
perbedaan diabetes tipe 1 dan 2
.
Gejalanya- Sering haus
- Sering buang air kecil
- Sering lapar dan kehabisan tenaga
- Berat badan turun
- Luka yang susah sembuh
- Kulit kering dan gatal
- Kurangnya rasa di kaki atau kesemutan
- Penglihatan buram
#6 - Graves' disease
Penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.
Gejalanya- Susah tidur
- Mudah marah
- Berat badan turun
- Sensitif terhadap panas
- Berkeringat
- Rambut mudah patah
- Kelemahan otot
- Periode menstruasi singkat
- Mata menonjol
- Tangan gemetar
- Terkadang tanpa gejala
#7 - Guillain-Barre syndrome
Sistem
kekebalan tubuh menyerang saraf yang menghubungkan otak dan saraf
tulang belakang dengan seluruh tubuh anda. Kerusakan saraf membuat sulit
untuk mengirimkan sinyal. Akibatnya, otot-otot mengalami kesulitan
merespon ke otak.
Gejalanya- Kelemahan atau kesemutan di kaki yang akan menyebar ke tubuh bagian atas
- Pada kasus yang berat bisa menyebabkan kelumpuhan
Gejala progresif dalam hari atau minggu dan sering terjadi di kedua sisi tubuh.
#8 - Hashimoto's disease
Penyakit autoimun yang membuat kelenjar tiroid kurang menghasilkan hormon tiroid. Kebalikan dari graves's disease. Gejalanya- Fatigue/kelelahan
- Kelemahan otot
- Peningkatan berat badan
- Sensitif terhadap dingin
- Nyeri otot dan sendi kaku
- Pembengkakan wajah
- Sembelit
#9 - Hemolytic anemia
Sistem
kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel darah merah. Namun tubuh tidak
dapat membuat sel-sel darah merah baru dengan cukup cepat untuk memenuhi
kebutuhan tubuh. Akibatnya, tubuh anda tidak mendapatkan oksigen yang
dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik, dan hati anda harus bekerja
lebih keras untuk memindahkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.
Gejalanya- Fatigue/kelelahan
- Sesak napas
- Pusing
- Sakit kepala
- Tangan atau kaki dingin
- Kepucatan
- Kulit dan mata menguning
- Masalah jantung, termasuk gagal jantung
#10 - Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP)
Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan trombosit, yang dibutuhkan untuk pembekuan darah.
Gejalanya- Periode menstruasi lama
- Bintik kecil ungu atau merah pada kulit yang mungkin terlihat seperti ruam
- Mudah memar
- Mimisan atau pendarahan di mulut
#11 - Inflammatory bowel disease (IBD)
Penyakit
autoimun yang menyebabkan inflamasi kronis pada saluran pencernaan.
Crohn's disease dan ulcerative colitis merupakan bentuk yang serig
terjadi dari penyakit ini.
Gejalanya- Nyeri perut
- Diare, yang mungkin berdarah
Beberapa orang juga mengalami:
- Perdarahan rektum
- Demam
- Penurunan berat badan
- Fatigue/kelelahan
- Ulkus mulut (pada Crohn)
- Sakit saat buang air besar (pada ulcerative colitis)
#12 - Inflammatory myopathies
Kelompok
penyakit yang menyebabkan inflamasi pada otot dan kelemahan otot.
Polymyositis dan dermatomyositis merupakan 2 jenis penyakit yang lebih
sering terjadi pada wanita daripada pria.
Gejalanya:- Kelemahan otot progresif dimulai pada otot yang paling dekat dengan batang tubuh. Polimiositis mempengaruhi otot yang terlibat dengan membuat gerakan di kedua sisi tubuh. Dengan dermatomiositis, ruam kulit datang sebelum atau pada saat yang sama dengan kelemahan otot.
Mungkin juga mengalami:
- Kelelahan setelah berjalan atau berdiri
- Tersandung atau jatuh
- Kesulitan menelan atau bernapas
#13 - Multiple sclerosis (MS)
Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan pelindung di sekitar saraf. Kerusakannya mempengaruhi otak dan saraf tulang belakang. Gejalanya- Kelemahan otot dan kesulitan dengan koordinasi, keseimbangan, berbicara, dan berjalan
- Kelumpuhan
- Tremor
- Mati rasa dan kesemutan pada tangan dan kaki
- Gejala bervariasi karena lokasi dan luas tiap serangannya bervariasi
#14 - Myasthenia Gravis (MG)
Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang persambungan saraf dan otot. Baca juga:
mengenal peyakit unik myasthenia gravis
. Dijuluki 'snowflake disease' karena gejala yang sangat bervariasi pada tiap penyandangnya.
Gejalanya- Penglihatan ganda, kesulitan menjaga tatapan mantap, dan kelopak mata terkulai
- Kesulitan menelan, dengan sering tersedak atau tercekik
- Kelemahan otot atau kelumpuhan
- Otot yang bekerja lebih baik setelah istirahat
- Kepala terkulai
- Kesulitan naik tangga atau mengangkat sesuatu
- kesulitan berbicara
#15 - Primary biliary cirrhosis
Sistem
kekebalan tubuh perlahan-lahan menghancurkan saluran empedu hati.
Empedu merupakan zat yang dibuat dalam hati. Empedu disalurkan melalui
saluran empedu untuk membantu pencernaan. Ketika salurannya hancur,
empedu menumpuk di hati dan merusaknya. Kerusakan menyebabkan hati
mengeras dan terluka, dan akhirnya berhenti berfungsi.
Gejalanya- Fatigue/kelelahan
- Kulit gatal
- Mata dan mulut kering
- Menguningnya kulit dan mata
#16 - Psoriasis
Penyakit
autoimun yang menyebabkan sel-sel kulit baru tumbuh jauh di dalam
kulit, dan naik dengan cepat, sehingga menumpuk di permukaan kulit.
Gejalanya- Bercak merah tebal, tertutup sisik, biasanya muncul di kepala, siku, dan lutut
- Gatal dan nyeri, yang membuat sulit untuk tidur, berjalan, dan perawatan diri sendiri
Mungkin juga:
- Sebuah bentuk arthritis yang menyerang sendi dan ujung-ujung jari tangan dan kaki. Nyeri punggung dapat terjadi jika tulang belakang terlibat
#17 - Rheumatoid arthritis (RA)
Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi di seluruh tubuh.
Rheumatoid arthritis
berbeda dengan rematiknya orang tua, bisa menyerang di usia berapa saja, dan gejalanya tidak terbatas pada nyeri sendi.
Gejalanya- Nyeri, kaku, bengkak, dan perubahan bentuk sendi
- Gerakan terbatas dan fungsinya berkurang
Mungkin juga:
- Fatigue/kelelahan
- Demam
- Penurunan berat badan
- Inflamasi pada mata
- Penyakit paru-paru
- Benjolan pada jaringan bawah kulit, seringnya siku
- Anemia
#18 - Scleroderma
Penyakit
autoimun yang menyebabkan pertumbuhan jaringan ikat yang abnormal pada
kulit dan pembuluh darah. Membuat kulit dan jaringan ikat kencang dan
mengeras. Sering dijuluki 'penyakit yang mengubah orang jadi batu'.
Gejalanya- Jari tangan dan kaki yang putih, merah, atau biru sebagai respon terhadap panas dan dingin
- Nyeri, kaku, serta pembengkakan jari dan sendi
- Penebalan kulit
- Kulit yang terlihat mengkilap di tangan dan lengan
- Kulit wajah kencang dan seperti topeng
- Koreng pada jari tangan atau kaki
- kesulitan menelan
- Kehilangan berat badan
- Diare atau sembelit
- Sesak napas
#19 - Sjögren's syndrome
Penyakit
autoimun di mana sistem imun menyerang kelenjar yang menghasilkan
kelembaban alami tubuh, seperti air mata dan air liur.
Gejalanya- Mata kering dan gatal
- Kekeringan di dalam mulut, yang dapat menyebabkan luka
- Kesulitan menelan
- Tidak mampu merasakan makanan
- Gigi berlubang parah
- Suara serak
- Fatigue/kelelahan
- Nyeri dan pembengkakan sendi
- Pembengkakan kelenjar
- Mata berkabut
#20 - Systemic lupus erythematosus (SLE)
Penyakit
autoimun yang dapat merusak sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru,
dan bahkan seluruh bagian tubuh. Sering dijuluki 'penyakit seribu wajah'
karena gejalanya yang bervariasi tiap penyandangnya, dan juga 'si
peniru ulung' sehingga membuat dokter sulit menegakkan diagnosa.
Gejalanya- Demam
- Kehilangan berat badan
- Rambut rontok
- Sariawan
- Fatigue/kelelahan
- Ruam "Kupu-kupu" di hidung dan pipi
- Ruam pada bagian tubuh lainnya
- Nyeri sendi, bengkak dan nyeri otot
- Sensitif terhadap matahari
- Nyeri dada
- Sakit kepala, pusing, kejang, masalah memori, atau perubahan perilaku
#21 - Vitiligo
Penyakit autoimun yang menyerang sel-sel yang memberi warna pada kulit. Juga berdampak pada jaringan di dalam mulut dan hidung.
Gejalanya- Bercak putih pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari, atau di ketiak, alat kelamin, dan rektum
- Rambut berubah menjadi abu-abu
- Kehilangan warna di dalam mulut


ConversionConversion EmoticonEmoticon