Dibandingkan dengan penderita jenis kanker yang lain, prosentase penderita penyakit kanker tulang terbilang sedikit karena hanya sekitar 0,2% dari keseluruhan penderita penyakit kanker. Menurut penelitian, setiap tahunnya hanya sekitar 2890 orang di seluruh dunia yang yang didiagnosa mengidap kanker tulang, dan dari jumlah tersebut sekitar 1410 orang meninggal karena penyakit ini. Bahayanya penyakit ini, ciri ciri kanker tulang secara dini harus diperhatikan.
Meski terbilang langka, jenis kanker yang banyak menyerang mereka yang berusia 10 – 20 tahun ini tergolong jenis kanker yang aktif dan agresif. Karena begitu menyerang, akar-akarnya dapat menggerogoti tulang hingga butuh tindakan amputasi, sebab jika tidak, maka akan berisiko terhadap keselamatan jiwa penderita.
Kanker tulang primer terbagi atas 3 jenis, yakni:
- Osteosarcoma
- Chondrosarcoma
- Ewing Sarkoma
Penyebab Kanker Tulang
Hingga
kini masih belum diketahui secara pasti, faktor-faktor apa saja yang
menjadi penyebab terjadinya kanker tulang. Namun demikian, beberapa
hasil penelitian telah berhasil mengidentifikasi bahwa faktor yang
berisiko tinggi yang menjadi penyebab kanker tulang diantaranya adalah:
- Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan anti-kanker tertentu serta terapi radiasi eksternal yang dilakukan kepada anak-anak dapat menjadi penyebab terjadinya Osteosarcoma.
- Osteosarcoma juga kerap disebabkan karena faktor genetika atau faktor keturunan. Sehingga jika orang tua memiliki cacat tulang, anaknya cukup rentan untuk terserang penyakit yang sama.
- Upaya untuk memperbaiki patah tulang dengan pemasangan implant logam berupa plat atau pen yang dilakukan oleh dokter juga berisiko terjadinya kanker tulang.
- Selain itu kanker tulang juga kerap disebabkan oleh cidera, infeksi, dan peradangan minor kronis, infeksi virus, pertumbuhan tulang berlebihan, paparan radiasi, serta faktor-faktor lainnya.
Gejala Kanker Tulang
Gejala awal lainnya berupa benjolan yang muncul pada permukaan tulang, terjadinya peradangan, rasa lelah yang berlebihan, turunnya berat badan, turunnya kemampuan beraktifitas, serta bengkak dan rasa sakit yang terus menerus pada bagian persendian tulang.
Bermula dari gejala awal itulah kanker tulang terus berkembang melalui beberapa fase atau tahapan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Rasa Sakit / Nyeri Berkepanjangan Pada Tulang
Ciri-ciri kanker tulang yang paling mudah dideteksi adalah rasa sakit yang berkepanjangan pada tulang belakang, utamanya bagian punggung dan leher disertai dengan gejala lainnya seperti rasa nyeri dan ngilu. Rasa sakit tersebut tidak hanya berhenti pada bagian tulang belakang saja, tapi lambat laun menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Penyebaran tersebut dipengaruhi oleh tempat pertumbuhan abnormal. Jika sel-sel kanker hanya menyebabkan iritasi dan peradangan kecil, maka rasa sakit pada umumnya hanya muncul di bagian belakang tubuh. Namun jika syaraf ditekan oleh sel-sel kanker, maka rasa sakit akan menyebar ke bagian-bagian yang menjadi tempat penyebaran sel kanker tersebut.
2. Turunnya Kemampuan Beraktifitas
Ciri ciri kanker tulang yang selanjutnya adalah akan mempengaruhi aktifitas anda. Sel-sel kanker yang menekan syaraf dengan sangat kuat, dapat membuat kemampuan seseorang dalam beraktifitas menurun. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya gangguan terhadap tulang belakang terutama pada impuls-impulsnya. Karena saat kanker memicu terjadinya peradangan besar, kemampuan otak dalam berkomunikasi dengan anggota tubuh yang lain tidak lagi dapat berjalan dengan maksimal, sehingga kaki terasa sulit untuk dipakai berjalan, tangan terasa kaku untuk dipakai berpegangan atau meraih sesuatu, dan gejala-gejala lainnya.
3. Kepekaan Menurun
Sensasi sentuhan juga semakin melemah disebabkan peradangan, tekanan dan pengaruh kanker tulang belakang, karena syaraf pusat berada pada bagian sumsung tulang belakang. Karena menurunnya kepekaan inilah maka penderita kanker tulang mulai sulit untuk dapat merasakan suhu yang panas atau dingin saat menyentuh sesuatu, sama halnya dengan menurunnya kemampuan otak saat berkomunikasi dengan anggota tubuh yang lain.
4. Inkontinensia
Gejala inkontinensia hampir sama dengan menurunnya kemampuan beraktifitas, hanya saja gejala ini berakibat pada hilangnya kemampuan seseorang dalam mengontrol kinreja dari usus serta kandung kemih disebabkan karena impuls impuls syaraf yang terganggu.
5. Kelumpuhan
Pada stadium tertentu, seseorang yang terkena kanker tulang dapat mengalami kelumpuhan, baik pada salah satu, beberapa, atau bahkan pada keseluruhan anggota badan, tergantung dari lokasi dan ukuran pertumbuhan sel-sel kanker, karena syaraf yang terserang kanker seolah terputus dari rangkaian syaraf secara keseluruhan.
6. Pembengkakan
Anda mungkin mengalami rasa sakit di sekitar terjadinya kanker, dan mungkin akan menunjukkan pembengkakan pada tulang, benjolan atau ada sesuatu yang ada di dalamnya.
7. Fraktur
Sel kanker dapat melemahkan tulang, dan ini kadang-kadang menyebabkan patah tulang. Kerusakan tulang mungkin terjadi pada tulang yang sebelumnya terasa sakit.
8. Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan kelelahan yang menyertai nyeri tulang mungkin merupakan tanda dari kanker tulang. Gejala lain, seperti kesulitan bernapas, mungkin berkembang jika kanker telah menyebar ke organ lain.
Metode Diagnosis dan Pengobatan
Untuk memastikan apakah gejala dan ciri-ciri sebagaimana tersebut di atas yang diderita oleh seseorang merupakan kanker tulang atau jenis penyakit lainnya, maka perlu dilakukan diagnosis dengan beberapa metode berikut ini:- Pencitraan dengan menggunakan peralatan pemeriksaan seperti CT Scan, Sinar X, MRI serta peralatan lainnya yang dilakukan oleh dokter.
- Scan Tulang, yakni menyuntikkan bahan kontras serta memakai perangkat kamera khusus guna menampilkan struktur dan gambaran tulang.
- Biopsi, yakni pengambilan jaringan tumor untuk diperiksa. Biopsi sendiri terdiri atas dua macam, yakni biopsi dengan menggunakan aspirasi jarum atau memakai jarum untuk mengambil potongan kecil jaringan tumor, serta biopsi bedah, yakni memotong sebagian kecil kulit penderita untuk diangkat jaringan tumornya, baik secara keseluruhan maupun sebagian untuk dilakukan pemeriksaan.
- Pembedahan
- Kuretase atau memotong bagian dinding tulang yang terserang kanker, serta menguret bersih seluruh jaringan tumor yang ada, reseksi
- Reseksi, yakni mengangkat tumor yang keluar dari tulang dengan melakukan pembedahan dari dalam.
- Amputasi, adalah memotong keseluruhan bagian daru tulang yang menjadi tempat pertumbuhan tumor.
- Kemoterapi
- Terapi Radiasi
Kanker tulang memang tergolong penyakit yang langka, namun mengingat besarnya risiko bagi para penderita, maka sebisa mungkin bagi siapa saja untuk senantiasa mencegah, mengetahui gejala dan ciri-cirinya, serta melakukan pengobatan sedini mungkin sebelum penyakit kanker yang satu ini semakin berkembang dan berakibat fatal.


ConversionConversion EmoticonEmoticon