Ibu rumah tangga,  mahasiswi, karyawan,  jadi reseller bisnis penghasilan puluhan juta / bulan, modal kemauan dan android aja. Daftar bisnis gratis disini!!

#KerjaDariRumah #BisnisDariRumah
Reseller Indonesia | Reseller kecantikan | Reseller Nu Skin  |

Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus).




Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, lansia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Banyak yang menyangka jika gangguan pencernaan dalam tubuh biasanya disebabkan oleh makanan asam, terlalu pedas, telat makan, atau bahkan bentuk bahaya akibat tidak makan seharian. Ternyata, gangguan pencernaan juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri. Infeksi bakteri biasanya terjadi ketika masa anak-anak, namun baru terasa efeknya setelah beberapa tahun kemudian. Gangguan pencernaan akibat infeksi bakteri merupakan gangguan yang banyak dialami bahkan hampir setengah penduduk dunia.

Mereka yang terinfeksi tukak lambung atau luka lambung ketika masa anak-anak biasanya berhubungan dengan beberapa kondisi sebagai berikut:
  • Anak-anak tinggal dalam satu rumah yang sesak dimana ada banyak penguni di dalamnya.
  • Sumber air bersih yang tidak memadai untuk beragam kebutuhan, seperti minum, mandi, ataupun memasak. Hal ini membuat anak-anak akan mudah tertular penyakit karena bakteri.
  • Tinggal di daerah berkembang dengan kesehatan lingkungan yang buruk.
  • Tinggal satu atap dengan penderita penyakit terkait.
Bahaya Luka Lambung
Penyakit yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti yang di bawah ini:
  • Luka yang menjadi koreng pada lambung atau yang disebut dengan ulkus. Hal ini dapat terjadi akibat lapisan pelindung dirusak oleh keberadaan bakteri H. pylori.
  • Terdapatnya radang pada bagian dinding lambung atau gastritis. [baca juga: gastritis pada lambung – cara mencegah gastritis]
Penyebab Luka Lambung
Ada beberapa penyebab luka di lambung dan cara mengatasinya. Di bawah ini akan dijelskan lebih dahulu penyebabnya, yaitu:

1. Infeksi Bakteri
Infeksi akibat bakteri dapat terjadi karena kontak langsung dengan air liur, kotoran, atau muntah. Selain itu, bakteri penyebab infeksi juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi sebelumnya.

2. Konsumsi Obat
Selain disebabkan oleh bakteri, luka lambung juga dapat terjadi pada orang yang gemar mengonsumsi jenis obat-obatan inflamasi nonsteroid. Jenis obat-obatan inflamasi nonsteroid merupakan obat yang beguna untuk menurunkan panas serta pengurang rasa nyeri. Contoh penggunaan obat ini adalah ibuprofen, asam mefenamat, meloxicam, aspirin, dan piroxicam. Jenis obat tersebut dapat menghambat sintesis prostaglandin yang berakibat pada iritasi epitelium dan memicu munculnya luka lambung.

Prostaglandin merupakan salah satu senyawa penting di dalam tubuh yang berguna untuk melindungi fungsi fisiologis dalam tubuh. Sebagai contohnya adalah melindungi mukosa lambung serta melindungi fungsi ginjal. Saat produksi prostaglandin di dalam lambung menjadi terhambat, maka perlindungan mukosa dalam lambung akan menjadi berkurang. Akibatnya peningkatan risiko luka lambung akan terjadi.


Ada beberapa gejala yang menandakan seseorang mengalami luka lambung, antara lain:

1. Mual dan muntah
Rasa mual disertai muntah umumnya terjadi pada mereka yang mengalami gangguan pencernaan. Saat mengalami mual dan muntah sebaiknya beristirahat. Memaksakan untuk tetap beraktivitas, hanya akan membuat gejala mual dan muntah yang dialami semakin parah. Sakit pada lambung adalah ketika lambung mengalami luka. Jika tetap mengonsumsi jenis makanan asam dan pedas, maka sakit di lambung akan semakin parah. Pada tingkat yang telah parah juga dapat menjadi penyebab muntah darah.


2. Rasa tidak nyaman pada perut
Ketika penyakit lambung tengah kambuh, perut akan mengalami rasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh asam lambung yang berakibat pada perut kembung. Gas yang terlalu banyak di dalam perut akan berkumpul dan membuat perut terasa tidak nyaman dan menjadi penyebab perut kembung. Supaya rasa tidak nyaman pada perut tidak terjadi, diperlukan cara mengatasi perut kembung atau cara mencegah masuk angin dan perut kembung.

3. Nyeri
Ketika lambung tengah mengalami masalah, sensasi layaknya tertusuk atau terbakar biasanya akan dialami oleh penderita. Jika rasa sakit yang tercipta tidak segera ditindaklanjuti, maka tubuh akan semakin bermasalah. Selain mengalami nyeri, penderita juga akan mengalami sensasi seperti terbakar. Terlebih saat penderita mencapai kondisi luka lambung yang akut, maka sensasi terbakar akan semakin menyiksa.

4. Air liur berlebih

Keluarnya air liur dengan cepat juga bisa menjadi pertanda jika lambung tengah mengalami masalah. Ciri penyakit lambung yang satu ini biasa terjadi pada semua penderita. Air liur merupakan zat pembersih alami di dalam mulut untuk menghilangkan sisa makanan serta mengusir kuman dalam  mulut.

5. Nafsu makan berkurang
Menurunnya nafsu makan seseorang dapat disebabkan oleh gejala sakit lambung. Makan merupakan salah satu cara nutrisi bisa masuk ke dalam tubuh. Nutrisi diperlukan untuk menunjang kesehatan seseorang. Nutrisi yang berkurang tentu akan berdampak buruk sehingga kesehatan tubuh menurun.

6. Bersendawa berlebihan
Jika sering bersendawa secara tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan, bahkan dengan intensitas yang lebih sering dan tidak seperti biasanya merupakan tanda-tanda seseorang terkena penyakit lambung sehingga penyakit lambung merupakan salah satu penyebab sering bersendawa. Gejala ini terjadi untuk membuang kelebihan gas yang ada di dalam perut.

7. Sakit tenggorokan
Gejala luka lambung lainnya adalah rasa sakit saat ingin menelan makanan. Bukan hanya itu, melainkan ketika menelan ludah pun tenggorokan akan terasa sakit dan tidak nyaman. Rasa sakit yang sama pada tenggorokan, juga sering terjadi ketika mengalami sakit tenggorokan akibat panas dalam dan radang. Dengan demikian, penderita biasanya mengalami kesulitan dalam menelan makanan yang masuk.


8. Bau mulut tak sedap
Bukan hanya gigi berlubang atau dampak negatif dari makanan yang dikonsumsi, namun bau mulut tak sedap juga dapat terjadi pada penderita luka lambung.

Diagnosis Luka Lambung

Pada tahap awal, dokter akan memeriksa dan menganalisis ciri-ciri atau gejala yang dialami. Pemeriksaan mendetail akan dilakukan jika dokter menduga adanya luka lambung. Tahap selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan seperti tes darah serta endoskopi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi bakteri. Selain tes darah, ada kemungkinan dilakukannya tes pernapasan bahkan tes tinja. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab luka lambung.
Tes endoskopi dapat dilakukan dengan cara menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam lambung. Tes endoskopi dilakukan untuk mengamati secara langsung luka lambung yang dialami oleh penderita. Tidak hanya dilakukan untuk mengamati luka lambung secara langsung, melainkan dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan melalui tes ini.


Pengobatan Tukak Lambung

Langkah pengobatan untuk tiap pasien tentu tidak sama. Dokter menentukannya berdasarkan pada penyebab tukak lambung yang dialami pasien. Beberapa jenis obat yang umumnya akan digunakan untuk menangani tukak lambung meliputi:
  • Antibiotik. Tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori akan ditangani dengan kombinasi dari beberapa antibiotik. Amoxicillin, metronidazole dan clarithromycin adalah contoh antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter.
  • Penghambat pompa proton. Jika Anda mengidap tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, dokter akan menyarankan penggunaan penghambat pompa proton. Obat ini akan mengurangi kadar asam lambung dengan menghalangi kinerja sel-sel yang memproduksi asam lambung. Lansoprazole adalah jenis penghambat pompa proton yang sering digunakan.
  • Obat penghambat reseptor H2. Fungsi obat ini sama dengan penghambat pompa proton, yaitu menurunkan kadar asam lambung.
  • Antasida dan alginat. Antasida akan menetralisasi asam lambung untuk waktu singkat, sedangkan alginat akan melindungi dinding lambung. Karena itu, kedua obat ini diberikan untuk mengurangi rasa nyeri secara cepat sebelum obat-obatan lainnya mulai bekerja. Tetapi jika Anda menggunakan penghambat pompa proton atau ranitidin, Anda sebaiknya menunggu 1-2 jam sebelum mengonsumsi antasida dan alginat. Buah pisang juga dapat dikonsumsi sebagai alternatif jika Anda enggan menggunakan kedua obat ini.
Menangani penyebab tukak lambung dengan seksama akan menyembuhkan luka yang muncul sekaligus mencegah kekambuhannya. Untuk membantu proses penyembuhan serta menghindari gejala tukak lambung yang makin parah, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:
  • Membatasi konsumsi minuman keras. Kandungan alkoholnya dapat menyebabkan iritasi pada bagian lambung yang mengalami peradangan.
  • Berhenti merokok. Rokok dapat menghambat penyembuhan sekaligus meningkatkan risiko tukak lambung.
  • Mengurangi konsumsi teh dan kopi karena keduanya dapat meningkatkan kadar asam lambung.
  • Mengonsumsi produk berbahan dasar susu, seperti keju. Para pakar menduga bahwa susu dapat melindungi lambung dan menetralisasi dampak asam lambung.
  • Menghindari konsumsi makanan pedas atau berlemak.
  • Makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering. Langkah ini berguna untuk menurunkan penumpukan asam lambung.
  • Miliki berat badan yang sehat dan ideal.
Bagi pasien tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, sebaiknya menghindari atau mewaspadai penggunaan obat ini di kemudian hari. Jika kondisi kesehatan Anda menuntut Anda untuk tetap menggunakannya, diskusikanlah metode penerapan terbaik dengan dokter agar terhindari dari risiko tukak lambung.

Komplikasi Tukak Lambung

Komplikasi akibat tukak lambung memang jarang dialami pasien, tapi tetap dapat muncul terutama jika tidak ditangani secara tepat. Beberapa komplikasi tukak lambung yang berpotensi serius, meliputi:
  • Pendarahan dalam perut. Ini adalah komplikasi tukak lambung yang paling umum terjadi. Volume pendarahan bisa ringan atau parah hingga membutuhkan transfusi darah.
  • Peritonitis. Meski jarang terjadi, tukak lambung berpotensi melubangi dinding lambung atau usus dan menyebabkan infeksi serius dalam rongga perut. Komplikasi ini membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit karena dapat berakibat fatal jika dibiarkan.
  • Terhalangnya pergerakan makanan dalam sistem pencernaan. Tukak lambung terkadang bisa bengkak atau membentuk jaringan parut yang dapat menyumbat saluran pencernaan sehingga makanan tidak bisa lewat. Komplikasi akan memicu gejala cepat kenyang, muntah-muntah, dan penurunan berat badan. Prosedur operasi mungkin dibutuhkan untuk menangani jaringan parut yang terbentuk.
Usia pasien serta penggunaan obat antiinflamasi non-steroid akan memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami komplikasi tukak lambung. Lansia di atas 70 tahun merupakan penderita tukak lambung yang memiliki risiko komplikasi tertinggi.
 
Begitu juga dengan tukak lambung akibat konsumsi obat anti inflamasi non-steroid. Komplikasi pada jenis ini sering tidak menunjukkan gejala sehingga tidak disadari dan tidak bisa diobati. Diperkirakan terdapat sekitar dua persen di antara penderita tukak lambung akibat obat anti inflamasi non-steroid yang mengalami komplikasi.

Pencegahan Tukak Lambung

Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar terhindar dari risiko terkena tukak lambung. Di antaranya adalah:
  • Menjaga kebersihan, misalnya sering mencuci tangan dan memastikan makanan benar-benar matang sebelum mengonsumsinya. Langkah ini berguna untuk menghindari risiko infeksi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa bakteri H. pylori berpotensi menyebar melalui makanan dan air minum.
  • Berhati-hati dalam penggunaan obat anti inflamasi non-steroid agar tidak berlebihan.
  • Mengurangi atau berhenti merokok.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
Bagi anda yang sudah merasakan gejala/ciri ciri penyakit asam lambung diatas, sebaiknya lakukan pengobatan dari sejak dini agar terhindar dari penyakit yang lebih parah lagi. Untuk pencegahannya, anda bisa mengkonsumsi sayuran ataupun buah buahan yang bis menurunkan kadar asam lambung.

Previous
Next Post »