Mendidik anak merupakan tanggung jawab orangtua yang harus diemban dengan baik. Anak-anak adalah ibarat seperti selembar kertas putih dan orangtuanyalah yang nantinya akan memberikan warna. Maksudnya adalah baik atau jeleknya tingkah laku anak merupakan hasil dari orangtuanya dalam mendidik anak-anak mereka.
Oleh karena itu mendidik anak tidak boleh dianggap enteng dan remeh. Karena pendidikan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dirinya.
Tiap orangtua akan memiliki gaya dan pola mendidik yang berbeda-beda, sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh para orangtua tersebut. Setiap orangtua akan merasa bahwa dirinya sudah memberikan dan mendidik dengan benar sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilkinya.
Anak bukan manusia dewasa yang berukuran kecil, karena anak sangat berbeda dan tidak sama dengan manusia dewasa. Perbedaan utama anak dengan manusia dewasa adalah dimana anak mempunyai CIRI KHAS yang tidak dimiliki orang dewasa, yaitu: masih berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang berbeda-beda pada setiap tahapan usia anak.
Pertumbuhan dan perkembangan, mencakup dua peristiwa yang berbeda, tetap saling berkaitan dan sulit dipisahkan.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran : diukur dengan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala.
Sejak
anak lahir dan
berkembang, ada proses kognitif yang terjadi pada dirinya. Proses-proses
kognitif mencakup kegiatan berpikir, menalar, belajar dan memecahkan
masalah.
Orangtua yang ingin memahami jalan pikir anak, tentu harus mengetahui
perkembangan
umum kognitif mereka di setiap tahapan usia. - See more at:
http://mendidikanakanak.blogspot.co.id/2013/03/memahami-pola-pikir-anak-dan.html#sthash.XcPAHXtB.dpuf
Sejak
anak lahir dan
berkembang, ada proses kognitif yang terjadi pada dirinya. Proses-proses
kognitif mencakup kegiatan berpikir, menalar, belajar dan memecahkan
masalah.
Orangtua yang ingin memahami jalan pikir anak, tentu harus mengetahui
perkembangan
umum kognitif mereka di setiap tahapan usia. - See more at:
http://mendidikanakanak.blogspot.co.id/2013/03/memahami-pola-pikir-anak-dan.html#sthash.XcPAHXtB.dpuf
Sejak
anak lahir dan
berkembang, ada proses kognitif yang terjadi pada dirinya. Proses-proses
kognitif mencakup kegiatan berpikir, menalar, belajar dan memecahkan
masalah.
Orangtua yang ingin memahami jalan pikir anak, tentu harus mengetahui
perkembangan
umum kognitif mereka di setiap tahapan usia. - See more at:
http://mendidikanakanak.blogspot.co.id/2013/03/memahami-pola-pikir-anak-dan.html#sthash.XcPAHXtB.dpuf
Sejak
anak lahir dan
berkembang, ada proses kognitif yang terjadi pada dirinya. Proses-proses
kognitif mencakup kegiatan berpikir, menalar, belajar dan memecahkan
masalah.
Orangtua yang ingin memahami jalan pikir anak, tentu harus mengetahui
perkembangan
umum kognitif mereka di setiap tahapan usia.MENJADI BAIK ATAU BURUK
Orang tua mempunyai tugas, tanggung jawab dan kewajiban untuk merawat, memelihara, mengasuh dan mendidik agar anak kelak menjadi manusia yang berkualitas
Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:
- Faktor genetik: faktor bawaan normal/tidak normal, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa.
- Faktor lingkungan: lingkungan yang baik akan tercapainya potensi, yang buruk tentu menghambat, yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini antara lain:
- Faktor lingkungan sebelum lahir: gizi ibu waktu hamil, sehat atau sakit, stress
- Faktor lingkungan setelah lahir: kecukupan gizi, mendapat imunisasi sesuai jadwal, penyakit kronis, sanitasi lingkungan
- Stimulasi
- Motivasi
- Belajar
- Ganjaran atau hukuman yang wajar
- Sterss
- Sekolah
- Cinta dan kasih sayang
Bagaimana Anak Tumbuh
Tumbuh kembang anak berlangsung dengan unik, karena setiap organ tubuh anak mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda dengan kecepatan yang tidak sama pada setiap tahapan usianya. Misalnya: Pertumbuhan fisik anak (Umum) berlangsung cepat pada 6 tahun pertama, kemudian pada masa pra-remaja, dan akan mengalami percepatan kedua pada saat usia remaja (12-14 tahun). Berbeda dengan pertumbuhan otaknya, yang berlangsung paling cepat dibanding organ lainnya ditubuh anak. Otak tumbuh dengan sangat cepat hanya pada usia dini terutama dibawah usia 6 tahun. Setelah itu otak akan tumbuh melambat sampai seumur hidup anak.
Peran penting NUTRISI
Nutrisi memegang peran terpenting untuk tumbuh kembang anak. Karena nutrisi dibutuhkan untuk pertumbuhan semua organ anak: untuk pertumbuhan organ reproduksi, perumbuhan fisik dan pertumbuhan otak anak. Selama proses tumbuh kembang terjadi, nutrisi juga berperan utama untuk membangun daya tahan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit yang tentunya dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Pada usia dini, maka pemenuhan nutrisi paling penting dibutuhkan untuk pertumbuhan otak anak.
Pertumbuhan Otak Anak
Dimulai Dalam Kandungan
Bagaimana otak anak tumbuh?? Pertumbuhan otak dimulai sejak dini sekali ketika anak masih didalam kandungan. Pertumbuhan otak dimasa ini diawali dengan terbentuk sebuah cikal bakal otak yang berupa lempengan sejak ketika ibu hamil 18 hari.
Ketika kehamilan ibu mencapai usia 4-6 bulan, pada masa ini sel-sel otak paling banyak diproduksi. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya.
Tumbuh Pesat Setelah Lahir
Peningkatan berat otak anak yang sangat pesat pada 6 tahun pertama setelah lahir ini bukan disebabkan oleh karena jumlah sel-sel otaknya yang bertambah. Tetapi disebabkan karena bertambahnya jaringan penghubung antar sel-sel otak
Saat Lahir: Berat otak anak 25% otak orang dewasa
Saat usia 6 tahun: Berat otak anak 95% otak orang dewasa.
Penentunya: NUTRISI & STIMULASI
- • Sel otak saling berhubungan melalui jaringan penghubung yang dinamakan sinaps
- • Jumlah sinaps yang terbentuk ->menentukan kecepatan proses berpikir si anak
- • Sinaps-sinaps baru akan terbentuk saat anak mendapatkan “pengalaman sensoris”
Dua unsur pembentuk jaringan otak anak adalah: 1. Nutrisi, yang akan menentukan jumlah sel-sel otak anak, dan 2. Stimulasi yang akan membentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak, Sehingga, nutrisi dan stimulasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kekurangan salah satu saja, maka otak tidak akan terbentuk sempurna.
Hanya punya sekali MASA EMAS
Anak hanya mempunyai sekali MASA EMAS dalam hidupnya yang dinamakan “PERIODE KRITIS”. Periode tumbuh kembang otak paling pesat (95%)Setelah periode kritis terlewati otak tumbuh melambat. Apabila masa emas ini terdapat kekurangan nutrisi dan stimulasi, maka dapat berdampak negatif jangka panjang yang bahkan sifatnya permanen dan sulit disembuhkan.
Masa emas otak anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga mencapai usia 6 tahun, dimana otak telah tumbuh 95%.
Puncak masa emas ini terjadi sebelum anak berusia 2 tahun, sehingga sangatlah penting untuk memenuhi nutrisi dan stimulasi yang optimal pada periode ini. Setelah periode emas ini terlewati, otak akan tumbuh melambat dan tidak pernah bisa tumbuh cepat kembali.
Dampak utama jangka panjang apabila otak anak tidak mendapat nutrisi dan stimulasi yang cukup adalah: gangguan fungsi kognitif atau anak tidak dapat berkembang menjadi anak yang cerdas.
Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Otak , MAKRONUTRIEN
- Karbohidrat, sebagai sumber energi
- Lemak dan asam lemak, untuk energi dan pertumbuhan sel-sel otak Contoh : AA, DHA, Omega 3, Omega 6 untuk kecerdasan
- Protein, untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak, perlindungan infeksi
- Salah satu contoh protein yang banyak di ASI : Alfa-Laktalbumin Beberapa manfaat Alfa-Laktabumin :
- Meningkatkan kualitas tidur yang penting untuk fungsi kognisi
- Mengurangi insidens diare dengan menekan pertumbuhan bakteri infeksi
- Dapat dilakukan melalui interaksi alamiah ibu dan anak sehari-hari
- Harus dilakukan secara teratur (berulang-ulang) setiap hari
- Dilakukan dengan suasana senang, gembira (melalui permainan)
- Stimulasi yang dilakukan harus sesuai dengan tahapan usia
Kebutuhan fisik-biomedis(ASUH)
Meliputi : Gizi, Perawatan dasar, Sandang, papan, Rekreasi
Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
Akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan
Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)
Cikal bakal proses belajar, mengembangkan proses mental psikososial: kecerdasan,
keterampilan, agama moral
Pola Pengasuhan ikut mempengaruhi tumbuh kembang anak
1. Pola asuh Otoriter (Diktator)
- kaku, diktator, memaksa anak untuk mengikuti perintah orang tua
- ada hukuman fisik dan aturan tanpa penjelasan
- Hasil : anak akan kurang inisiatif, kurang kreativitas dan komunikasi
- serba boleh, tidak ada tuntutan & kontrol dari orang tua terhadap anak
- Hasil : tidak belajar mengontrol diri, kurang kendali diri / tanggung jawab
- tidak dipedulikan, diterlantarkan
- Hasil : kemampuan anak rendah
- diberi conroh, dihargai, didorong, dibantu, penuh kasih sayang
- diberikan koreksi (bukan hukuman) agar anak menjadi mandiri
- Hasil : anak lebih percaya diri, mandiri, kreatif


ConversionConversion EmoticonEmoticon